Analisis Potensi dan Resiko Penyimpanan CO2 di Dalam Lapisan Reservoir

Diposting : Rabu, 22 Februari 2012 06:33  


Penyimpanan CO2 di dalam formasi geologi merupakan salah satu teknologi mitigasi perubahan iklim guna mengurangi dampak merugikan dari gas rumah kaca. Terdapat tiga jenis formasi geologi yang dapat digunakan untuk menyimpan CO2, yaitu depleted oil and gas reservoir, saline formation dan coal seams. Indonesia memiliki potensi yang besar untuk menerapkan teknologi ini, karena banyak sekali lapangan migas tua yang sudah depleted di indonesia yang dapat digunakan untuk penyimpanan CO2. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan country/state scale site selection dan storage capacity estimation.

Pada site selection, semua lapangan migas tua yang ada di Indonesia akan di-screening menggunakan kriteria-kriteria yang telah dikembangkan oleh Bachu 2003, kemudian kriteria-kriteria tersebut diadaptasikan sesuai kondisi di Indonesia. Country/state scale screening merupakan skala assessment yang paling kasar (coarsest) dengan detail site-specific yang minim. Screening pada tahap ini memfokuskan pada besarnya area geografis dan mengevaluasi secara keseluruhan kesesuaian (suitability) dari suatu cekungan sedimen untuk penyimpanan CO2 dalam skala suatu negara.

Dari hasil screening tersebut kemudian di-ranking menggunakan pengembangan sistem ranking yang telah dikembangkan oleh Bachu dan hasilnya sedimentari basin di Kutai, Tarakan, dan Sumatera Utara menempati posisi 3 besar dari total 60 basin yang ada di Indonesia dengan skor berturut-turut 0.91, 0.77, dan 0.75.

Selanjutnya dilakukan inventory terhadap semua lapangan migas yang telah depleted di Indonesia berdasarkan rasio NP/Ult-nya yang sudah di atas 55%. Estimasi kapasitas simpan dilakukan dengan metode yang telah dimodifikasi dari metode yang telah dikembangkan oleh CSLF dan Poulsen. Dari hasil estimasi tersebut diperoleh kapasitas simpan pada beberapa lapangan migas depleted di Indonesia dengan rentang 43.5 Gt CO2 sampai 88.84 Mt CO2. Berdasarkan hasil estimasi dan data availibility yang ada untuk sementara daerah yang memiliki potensi untuk CO2 storage terbesar adalah pada Provinsi Riau

Estimated storage capacity map

Teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) merupakan salah satu pilihan mitigasi untuk menurunkan konsentrasi CO2 di atmosfir. Teknologi ini terdiri dari tiga tahapan proses, yaitu penangkapan CO2 dari industri atau pembangkit listrik, penekanan dan transportasi CO2, serta penginjeksian CO2 ke dalam lapisan reservoir untuk disimpan dalam jangka waktu lama. Teknologi CCS merupakan teknologi baru sehingga risiko yang berkaitan dengan penyimpanan CO2 adalah faktor kunci yang mempengaruhi kelangsungan (viability) proyek tersebut.

Ketidakpastian risiko teknologi CCS dapat dikatakan tinggi karena belum ada model baku yang dapat digunakan untuk menganalisis risiko serta terbatasnya informasi dan pengetahuan yang ada. Pada penelitian ini analisis risiko dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif yaitu tingkat risiko diperoleh dari hasil perkalian nilai probabilitas dan nilai dampak dimana sebelumnya dilakukan identifikasi potensi bahaya terlebih dahulu.

Penyimpanan CO2 dapat berlangsung pada berbagai macam media geologi seperti reservoir. Aplikasi injeksi CO2 pada reservoir minyak dan gas bumi yang depleted dapat pula dimanfaatkan untuk pengurasan minyak bumi (EOR). Proyek Salah di Algeria dan Proyek Weyburn di Kanada merupakan proyek komersil penyimpanan CO2 di reservoir depleted.

Risiko penyimpanan CO2 pada depleted oil and gas reservoirs

Untuk penyimpanan CO2 pada lapangan batubara yang tidak ditambang akan lebih menarik dan menguntungkan bila digabungkan dengan pengurasan gas metana batubara (ECBM).

Risiko penyimpanan CO2 pada unmineable coal seams

Lapisan reservoir air garam mempunyai kapasitas penyimpanan paling besar tetapi terdapat permasalahan tentang cara mempertahankan integritas reservoir yang diakibatkan oleh reaksi kimia setelah injeksi CO2.

Risiko penyimpanan CO2 pada deep saline reservoirs

Berdasarkan hasil analisis risiko pada seluruh tipe reservoir diketahui bahwa hampir seluruh potensi bahaya yang teridentifikasi menunjukkan risiko medium dan rendah. Tindakan mitigasi dan penanganan yang tepat, seperti memilih reservoir penyimpanan yang jauh dari rumah penduduk, melakukan monitoring kebocoran dan aktifitas seismik, pengaturan laju injeksi, dan lain-lain diharapkan dapat mengurangi tingkat risiko.