Evaluasi Lahan Migas Sub-Cekungan Upper Kutei Bagian Utara

Diposting : Kamis, 09 Februari 2012 05:20  


Evaluasi Lahan Migas Sub-Cekungan Upper Kutei Bagian Utara

Dengan semakin menipisnya cadangan migas di Indonesia, maka dipandang perlu untuk melakukan kegiatan eksplorasi secara intensif pada cekungan sedimen yang berstatus frontier. Sub-cekungan Upper Kutai bagian utara dapat diklasifikasikan sebagai salah satu kawasan frontier dengan tingkat aktivitas eksplorasi yang masih sangat terbatas, untuk nantinya dapat dikembangkan sebagai suatu lahan investasi di bidang industri migas.

Lokasi Daerah Penelitian

Metodologi yang diaplikasikan terhadap data primer dan sekunder adalah interpretasi data citra satelit Palsar, penelitian lapangan dan analisis laboratorium, evaluasi data bawah permukaan, analisis sistem petroleum, dan pemetaan daerah prospek dan lead serta perhitungan sumber daya hidrokarbon. Interpretasi citra Palsar diutamakan pada pengenalan unit batuan dan struktur geologi yang terjadi di daerah studi. Dari interpretasi citra Palsar terdapat 3 satuan batuan dan 2 jenis struktur geologi.

Secara regional, proses sedimentasi yang terjadi di daerah studi dimulai pada umur Eosen Tengah-Atas dengan diendapkannya sedimen kipas aluvial dan lakustrin dari formasi Keham Haloq. Sedimentasi diikuti oleh endapan fasies kipas delta Formasi Beriun dan endapan serpih laut dalam dari formasi Mengkupa. Selama Oligosen, fasies turbidit Eosen Atas dan serpih laut dalam diendapkan. Pada waktu fase ekstensi, karbonat formasi batu hidup diendapkan pada tepi-tepi cekungan pada Oligosen Atas. Kemudian sedimentasi diikuti oleh kipas turbidit dan serpih batial dari Formasi Telen yang berumur Miosen Bawah. Selama Miosen Tengah-Pliosen, terjadi fase inversi di cekungan tersebut.

Berdasarkan pemetaan geologi bawah permukaan di daerah penelitian terdapat 4 horison reservoir, yaitu horison merah yang setara dengan basment berumur kapur, horison kuning yang setara dengan top eosen menghasilkan 4 daerah prospek (E-3,E-4, E-5, dan E-6) dan 3 daerah Lead (E-1,E-2a, dan E-2b), horison biru yang setara dengan top oligosen awal menghasilkan 1 daerah prospek (E-03) dan 3 daerah lead (EO-1a, EO-1b, danEO-2), dan horison hijau yang setara dengan top oligosen Akhir yang menghasilkan 2 daerah prospek (LO-2 dan LO-3), dan 2 daerah Lead (LO-1a dan LO-1b). Hasil perhitungan sumber daya hidrokarbon pada masing-masing daerah prospek dan lead sebesar P10= 1.905,29 MMBO; P50=536,80 MMBO; dan P90=83,79 MMBO

Perhitungan Sumber Daya Minyak Cekungan Upper Kutai Bagian Utara