Gasifikasi Biomassa Untuk Gas Sintetis

Diposting : Selasa, 21 Februari 2012 07:07  


Indonesia mempunyai potensi biomassa yang melimpah yang berasal dari berbagai jenis sumber biomassa. Limbah biomassa yang sudah terkumpul dapat dijumpai di industri yang mengolah hasil pertanian/perkebunan. Limbah biomassa yang bukan berasal dari industri berbasis pertanian/perkebunan biasanya tersebar dan memerlukan metode pengumpulan untuk dapat layak dimanfaatkan lebih lanjut.

Salah satu pemanfaatan limbah biomassa yang menjanjikan adalah dengan pemanfaatan limbah tersebut menjadi gas bakar melalui teknik gasifikasi biomassa. Teknologi gasifikasi merupakan teknik yang penting dalam konversi energi padat (yang bersifat kotor) menjadi energi gas (yang bersifat bersih). Selain menghasilkan energi yang bersih, gas produk juga dapat digunakan untuk keperluan lainnya seperti aplikasi dual fuel pada pembangkit listrik siklus diesel/otto, dual fuel pada kendaraan yang berada di lokasi terpencil, penyediaan bahan kimia untuk proses produksi bahan bakar sintetis (DME, metanol), bahan bakar rumah tangga sebagai substitusi LPG untuk daerah yang jauh dari pusat penyaluran gas tabung LPG, dan masih banyak aplikasi lainnya yang dapat digantikan.

Pengembangan gasifikasi biomassa pada daerah tertentu diharapkan akan mampu menghasilkan energi setempat sehingga menjadi mandiri energi dan meningkatkan ketahanan energi nasional. Tujuan kegiatan adalah untuk mengembangkan kemampuan dalam merancang bangun sistem gasifikasi biomassa tipe fluidized bed dan untuk melakukan optimasi sistem gasifikasi fixed bed tipe downdraft.

Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini, meliputi survei lokasi potensi biomassa, perancangan gasifier biomassa fixed bed tipe fluidized bed, diskusi dengan narasumber, pembangunan pilot plant gasifier tipe fluidized bed di Sukabumi, uji kinerja gasifier biomassa fixed bed tipe downdraft di Balai Keramik, dan analisis gas produk dan sistem.Dalam kegiatan ini akan dilakukan beberapa uji/analisis gas produksinya di laboratorium, yaitu uji proksimat yaitu untuk mengetahui kandungan zat terbang, fixed carbon, moisture, dan ash; uji ultimat yaitu untuk mengetahui kandungan C, H, O, N dan S; dan uji kandungan gas yaitu untuk mengetahui besarnya kandungan gas yang terdapat dari hasil gasifikasi biomassa.

Pengembangan peralatan reaktor fluidized bed masih terfokus kepada pemilihan model sistem. Sampai saat ini, sistem yang akan dibangun adalah gasifikasi dual chamber dimana terdapat pemisahan reaktor untuk reaksi gasifikasi dan reaktor untuk produksi energi.

Kegiatan pembangunan gasifikasi biomassa sistem fluidized bed tidak dapat direalisasikan di tahun 2010. Hal tersebut disebabkan karena jumlah anggaran yang ada tidak mencukupi, sehingga pekerjaan fabrikasi dan instalasi seluruh komponen tidak dapat dilakukan.

Adapun untuk uji kinerja dari sistem gasifikasi biomassa di Plered - Purwakarta telah berhasil dilakukan dengan beberapa bahan bakar biomassa dari serbuk gergaji, sekam padi dan kayu bakar. Ada permasalahan pada sistem grid reaktor dan pembuangan abu, yang mengakibatkan abu dari biomassa hasil gasifikasi menumpuk di dalam reaktor gasifikasi. Hal ini telah dilakukan perbaikan dengan membuat grid reaktor menjadi dapat berputar,sehingga memungkinkan abu dapat keluar dari lubang-lubang grid yang ada.

 
Hasil perbaikan pada grid reactor dan sistem pembuangan abu