INDONESIA-KOREA ENERGY TECHNOLOGY WORKSHOP

Diposting : Kamis, 04 Mei 2017 16:38  


Jakarta – Badan Litbang ESDM dan Korea Institute of Energy Technology Evaluation and Planning (KETEP) telah menjalin kerja sama sejak 2015, khususnya terkait energi baru dan terbarukan. Kerja sama tersebut diperkuat melalui Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani pada 16 Mei 2016 dalam the 6th Working Level Task Force RI-Korea Selatan di Seoul.

“Energi telah menjadi salah satu isu penting secara global dalam beberapa dekade terakhir, sehingga masalah yang ditimbulkan sektor energi pun membutuhkan solusi kemitraan secara global. Hari ini, secara bersama-sama kita melakukan upaya kerja sama kelitbangan antara KETEP dan Badan Litbang ESDM sebagai tindak lanjut dari MoU yang telah ditandatangani,” demikian disampaikan Kepala Badan Litbang ESDM, F.X. Sutijastoto dalam sambutan pembuka Indonesia-Korea Energy Technology Network & Joint Workshop for Clean Energy R&D Collaboration pada Selasa (18/04/2017) di Jakarta.

Penyelenggaraan workshop ini bertujuan untuk mengidentifikasi topik dan penyiapan proposal (request for proposal) akhir untuk riset bersama di bidang teknologi energi baru dan terbarukan, khususnya biofuel, serta membahas pelaksanaan operasional kegiatan dalam rangka peluncuran proyek litbang bersama antara Indonesia dan Korea. Adapun kegiatan yang diusulkan pihak Korea, antara lain pengembangan biodiesel dari minyak asam lemak tinggi, pengembangan demo komersial biodiesel dan produksi biogas berbasis POME, valorisasi lignin dari tandan buah kosong, pengembangan produksi bioetanol dan biobutanol dari cellulosic biomass.

KETEP

Foto bersama Kepala Badan Litbang ESDM beserta jajarannya dengan Delegasi dari KETEP

Kepala Badan menambahkan bahwa kunci utama yang perlu diperhatikan dalam menerapkan strategi pembangunan kluster teknologi energi bersih adalah dukungan kegiatan litbang Indonesia dan Korea Selatan secara komprehensif melalui kerja sama untuk menciptakan berbagai program inovasi dan implementasi, akses terhadap modal untuk pelaksanaan proyek kluster energi bersih yang strategis. Terkait hal ini, KETEP akan berperan penting dalam penyediaan talenta tenaga kerja, memastikan ketersediaan dukungan kebijakan, dan menyiapkan rencana tindak lanjut.

Terkait usulan project bersama tersebut, pihak KETEP menyampaikan komitmen pendanaan hingga sebesar Rp 20 miliar untuk tiga tahun (disesuaikan dengan kebutuhan). Selanjutnya, kedua belah pihak sepakat untuk membahas lebih lanjut dan menetapkan project bersama dalam bentuk konsorsium yang direncanakan akan di-launching pada Agustus 2017.

Workshop turut dihadiri oleh peneliti/perekayasa muda dan madya bidang enegi baru dan terbarukan, perwakilan Pertamina, Ditjen EBTKE, APROBI dan METI, serta pihak swasta dan perguruan tinggi dari Korea, seperti KITECH Group, GS Caltex, Hyundai Engineering & Construction, Doosan Heavy Industry, Universitas Sunggyunkwan, Universitas Inha, dan KIER. (AR)