Inventarisasi dan Analisis Data Cadangan Migas Indonesia 01 Januari 2010

Diposting : Senin, 13 Februari 2012 08:13  


Laporan cadangan dan Produksi Minyak dan Gas Bumi per daerah penghasil status 01.01.2009 disusun sebagai upaya mendukung Pemerintah dalam melaksanakan Undang-undang mengenai Otonomi Daerah dan khususnya Undang-Undang tentang Perimbangan Keuangan Pemerintah Pusat (UU 33/2004) dan Pemerintah Daerah (UU 32/2004). Pemerintah memerlukan informasi mengenai penyebaran produksi minyak/gas bumi masing-masing daerah kabupaten/kota seluruh Indonesia agar daerah penghasil minyak dan gas bumi diketahui, sehingga pada akhirnya akan dapat ditentukan besarnya penghasilan dari sub-sektor Migas yang harus dialokasikan kepada masing-masing daerah penghasil.

Pertimbangan utama dalam menentukan suatu daerah sebagai daerah penghasil minyak atau gas bumi adalah adanya alokasi kepala sumur yang berproduksi pada daerah yang bersangkutan. Dalam kasus suatu lapangan yang terpotong oleh garis batas wilayah administratif, yang mana data lokasi kepala sumur produksi pada masing-masing wilayah tidak tersedia, maka pembagian dilakukan secara volumetrik proporsional berdasarkan net hidrokarbon pay yang tersedia. Dari angka split yang diperoleh digunakan untuk menentukan alokasi produksi yang bersangkutan.

Peta batas wilayah daerah provinsi maupun kabupaten/kota, untuk wilayah darat maupun laut telah ditentukan berdasarkan peta yang dibuat oleh Bakorsurtanal. Peta tersebut dapat berubah setiap ada pemekaran wilayah atau baru yang disepakati antar Pemerintah daerah yang berkepentingan. Batas wilayah laut administratif untuk daerah Kabupaten / Kota adalah 0 sampai 4 mil laut, untuk daerah Provinsi adalah 4 sampai 12 mil laut, dan di atas 12 mil laut menjadi wewenang Pemerintah Pusat.

Dari kajian yang dilakukan, berdasarkan data status 01.01.2010, terdapat 65 Daerah Kabupaten/Kota pada 19 Daerah Provinsi dan Pemerintah Pusat ( > 12 mil ) yang mempunyai cadangan dan produksi minyak dan gas bumi terbukti. Cadangan terbukti yang tersisa pada 01.01.2010 adalah sebesar 4,230.17 MMSTB minyak dan 108,398.94 BSCF Gas, sedangkan cadangan potensial minyak yang terdiri dari cadangan mungkin sebesar 1,833.19 MMSTB dan cadangan harapan 1,701.11 MMSTB. Cadangan potensial gas terdiri dari cadangan mungkin sebesar 25,897.60 BSCF dan cadangan harapan 22,846.20 BSCF. Produksi pada tahun 2009 sebesar 347.61 MMSTB. Minyak dan 2,872.62 BSCF gas

Perkembangan Cadangan Minyak Bumi dan Kondensat Indonesia 2001-2010

Perkembangan Cadangan Gas Bumi Indonesia 2001-2010