Kajian Pengembangan Sumber Daya Migas di Cekungan Indonesia Barat

Diposting : Kamis, 09 Februari 2012 05:43  


Kajian sumber daya migas di cekungan Indonesia bagian barat pada tahun anggaran 2010 dikhususkan pada kawasan Jawa Tengah selatan. Kegiatan kajian meliputi analisis data geologi dan geofisika, analisis data primer, analisis sistem hidrokarbon dan perhitungan sumber daya hidrokarbon. Hasil keluaran studi ini diharapkan dapat menunjang dan membantu evaluasi sistem hidrokarbon untuk menentukan kebijakan dalam penentuan lahan eksplorasi migas.

Analisis bawah permukaan menggunakan seismik telah dilakukan dan menghasilkan beberapa peta sebagai penunjang penentuan potensi hidrokarbon daerah penelitian. Selain itu, penelitian geologi lapangan yang disertai analisis laboratorium dari percontoh batuan juga telah terselesaikan sehingga diharapkan tujuan akhir penelitian menghasilkan kesimpulan yang mendekati kebenaran.

Pola struktur geologi di daerah Jawa Tengah selatan, yaitu barat laut-tenggara (Sesar Pamanukan-Cilacap) dan timur laut-barat daya (Sesar Kebumen-Muria). Kedua sesar tersebut diduga sebagai sesar geser menganan yang membatasi beberapa struktur setengah terban.

Berdasarkan analisis GCMS diduga rembesan minyak berkomposisi bahan organik dengan karakter resin tidak sama. Batuan sumber untuk rembesan telah matang secara termal. Pada batuan sumber daerah Tipar Kidul menunjukkan tingkat kematangan termal yang lebih rendah dibandingkan Cipari. Tingginya kandungan senyawa-senyawa asal tumbuhan darat mengindikasikan bahwa batuan sumber hidrokarbon berasal dari lingkungan yang berasosiasi dengan delta.

Di kawasan Jawa Tengah selatan direkomendasikan untuk dilakukan eksplorasi lanjut. Beberapa play hidrokarbon yang cukup potensial teridentifikasi di kawasan ini. Play dimaksud adalah batu gamping Miosen Tengah yang setara dengan formasi Kalipucang (Gambar 22). Selain itu batu pasir formasi Halang dan formasi Rambatan dapat pula bertindak sebagai reservoir. Adapun daerah yang direkomendasikan adalah daerah selatan Cilacap-Wangon sampai daerah Kulon Progo.

Distribusi lead Formasi Kalipucang

Berdasarkan pemetaan seismik telah dijumpai 32 (tiga puluh dua) tutupan (closure) yang dapat bertindak sebagai lokasi reservoir. Beberapa tutupan tersebut sangat dikendalikan oleh pola deformasi, seperti yang terdapat di utara rendahan lepas pantai selatan Jawa Tengah. Perhitungan sumber daya hidrokarbon terhadap seluruh tutupan (closure) menghasilkan potensi sumber daya hidrokarbon

Perhitungan sumber daya hidrokarbon

Untuk penelitian lebih lanjut, perlu dilakukan identifikasi perkembangan sistem terban berarah timur laut-barat daya.Hal ini memerlukan survei seismik yang lintasannya berarah barat laut-tenggara (tegak lurus sistem terban). Selain itu, disarankan untuk melakukan evaluasi rinci potensi batuan induk dari sedimen eosen maupun miosen bawah di daratan Jawa Tengah selatan, terutama di daerah antara Karangbolong sampai dengan bagian timur Kulon Progo. Hal ini dilakukan untuk mengetahui distribusi dapur hidrokarbon yang mungkin hadir di kawasan tersebut.