Kompilasi Atlas Potensi ESDM Pulau Kecil Terdepan Di Kawasan Selat Malaka Dan Selat Singapura

Diposting : Rabu, 22 Februari 2012 00:53  


Penelitian bertujuan untuk melakukan kompilasi data dan mengidentifikasi potensi ESDM dari hasil penyelidikan terdahulu, dengan sasaran potensi ESDM kawasan pesisir pulau-pulau kecil terdepan di kawasan Selat Malaka dan Selat Singapura.

 
 

Daftar pulau-pulau kecil terdepan yang berada di Selat Malaka dan Selat Singapura

yang menjadi titik pangkal batas teritori laut Indonesia dengan Negara Malaysia dan Negara Singapura

 

 

Posisi pulau-pulau kecil terluar yang berada di kawasan Selat Malaka, posisinya berada di antara cekungan-cekungan busur belakang (back arc basin) bagian timur Pulau Sumatera, yaitu cekungan Sumatera Utara dan Sumatera Tengah. Kedudukan Cekungan Sumatera Utara di bagian timur berbatasan dengan platform Malaka serta ke arah tenggara dibatasi oleh tinggian struktur. Pulau Berhala yang berada di bagian tenggara cekungan Sumatera Utara merupakan suatu tinggian struktur dari intrusi granit .

Punggungan atau tinggian struktur dari Pulau Berhala membatasi kedudukan cekungan Sumatera Utara, sehingga ditinjau berdasarkan perkembangan kegiatan geologi strukturnya serta ketebalan sedimen yang relatif tipis di sekitar wilayah perairan Pulau Berhala, kemungkinan diperkirakan tidak terdapat sumber daya energi.

Demikian juga halnya dengan pulau-pulau kecil lain di kawasan Selat Malaka yaitu Pulau Batumandi, Pulau Iyu Kecil, Pulau Karimun Kecil merupakan tinggian struktur dari cekungan Sumatera Tengah di Propinsi Riau, dan secara geologi struktur serta ketebalan sedimen di sekitar perairan pulau-pulau ini relatif tipis, sehingga diperkirakan tidak terdapat sumber daya energi.

Berdasarkan hasil penelitian Puslitbang Geologi Kelautan (Surachman 1999,dan Subarsyah 2008), potensi sumber daya mineral di sekitar perairan Selat Malaka (P. Berhala, P. Batu Mandi, P. Iyu Kecil), secara lateral dapat diidentifikasi sebaran mineral berat: magnetit, leukosen, kasiterit, ilmenit, limonit, hematit, wolframit, rutil, turmalin, zirkon, topas, hornblenda, augit, biotit, pirit, dan monasit. Sedangkan potensi sumber daya mineral di sekitar perairan Selat Singapura (pulau pulau Nipa, Pelampong, Batu Berhanti, Nongsa dan Sentut), hasil identifikasi jenis-jenis dan kandungan mineral berat dan ringan diperoleh jenis-jenis mineral berat: magnetit, hematit, kassiterit, augit, limonit, diopsit, xenotine, monasit, zircon, welframit, kuarsa, pirit, apatit, leukosen, hornblende, tourmalin, kayu teroksidasi, dolomit dan cangkang (Usman dkk.,2005).