Konferensi Pers Capaian Kinerja Semester I 2017 Badan Litbang ESDM

Diposting : Senin, 28 Agustus 2017 15:44  


Bertempat di ruang Damar, gedung Heritage Sekretariat Jenderal Kementerian ESDM pada Senin (28/8), Kepala Badan Litbang ESDM F.X. Sutijastoto berkesempatan memberikan konferensi pers Capaian Kinerja Semester I Tahun 2017 Badan Litbang ESDM. Turut menyampaikan Rida Mulyana sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Geologi, dan Kepala Badan Pengembangan SDM (BPSDM) Wiratmaja.

Dalam kesempatan itu, F.X. Sutijastoto menyampaian kinerja dari lembaga litbang Kementerian ESDM sesuai tugas dan peran Badan Litbang ESDM. Disampaikan pula arahan dan penugasan oleh Menteri ESDM Jonan untuk segera melakukan komersialisasi hasil litbang ESDM melalui peningkatan layanan Badan Layanan Umum.

Sebanyak 6 hasil riset Litbang ESDM diusulkan mendapatkan Hak Paten. 3 usulan paten di bidang migas, yaitu teknologi EOR Injeksi Kimia untuk peningkatan cadangan dan produksi minyak, Metode pengelohan tanah terkontaminasi minyak dengan menggunakan reaktor multiguna, serta Tabung gas (CNG) generasi keempat untuk kendaraan bermotor. 1 usulan paten di bidang mineral dan batubara, yaitu pembuatan pupuk bio organo mineral.  Di bidang EBTKE diusulkan 2 (dua) Paten terkait metode pembuatan peta potensi energi angin dan peta potensi energi surya. Usulan Paten tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat serta berdampak pada kegiatan perekonomian.

Dalam keterangannya, Sutijastoto menyampaikan salah satu hasil litbang EBTKE yang telah dapat dimplementasikan. Litbang Smart System PLTS di Kawasan Perkantoran Gubernur Bali dengan kapasitas terpasang 158 kWp adalah salah satu contohnya. Dengan pemakaian smart system ini, dapat menghemat tagihan listrik sebesar Rp 215 juta setiap bulannya. Dan jaringan listriknya dapat diintegrasikan dengan jaringan PLN yang telah ada sebelumnya.

Sampai semester I tahun 2017 ini, telah dapat diselesaikan 4 Peta/Atlas Potensi Sektor ESDM, yaitu sebanyak 3 peta terkait potensi EBTKE dan 1 peta tentang potensi mineral kelautan. 9 peta/atlas masih dalam proses penyelesaian, yaitu 4 peta potensi Wilayah Kerja Migas, 1 peta potensi migas non konvensional, 1 peta potensi mikrohidro, dan 3 peta intensitas magnet total.

Capaian kinerja pembangunan pilot plant juga dipaparkan oleh Sutijastoto. 3 pilot plant dalam tahap penyelesaian, adalah Pengembangan Terpadu BBN berbasis tanaman lokal dengan Digester Biogas di DIY, Unit Pengolahan Tanah Tercemar Minyak kapasitas 5 ton, dan Gadolinium Oksida kapasitas 10 kg/hari yang bahan bakunya selama ini masih impor dari Jerman dan India.

Selain itu, hingga semester I 2017 ini, ada 2 Formula dalam tahap penyelesaian, yaitu Cairan rumen pada sumur gas metana batubara (GMB), dan Formula Gemuk Lumas berbahan dasar minyak jarak.  6 Rancang Bangun yang akan diselsaikan hinmgga akhir tahun 2017 ini, adalah Sumur injeksi/produksi Underground Coal Gasification (UCG), turbin axial PLTMH, pembakar siklon jenis non slagging untuk batubara kalori rendah, rancangan sensor pengendali proses pada reaktor gasifikasi fixed bed, dan Engineering Design Kilang Minyak Mini di Pulau Seram, serta tungku Fluidized Bed kapasitas 600 kw.

Hal lain yang disampaikan Kepala Badan Litbang ESDM adalah pengoperasian dan kemampuan kapal riset Geomarin III yang dimiliki oleh Indonesia untuk mendukung kebutuhan riset kelautan, termasuk survei di bidang migas dan landas kontinen.

Lebih lanjut Sutijastoto memaparkan litbang dan jasa pelayanan serta komersialisasi di bidang migas, seperti Teknologi pengelolaan gas suar bakar (flare gas), pemanfaatan rig hidrolik Lemigas untuk pengeboran CBM dan sumbur dangkal, pemanfaatan LOBP LEMIGAS, dan Land Airgun Seismic untuk substitusi penggunaan dinamit di industri migas.

Di bidang minerba, litbang dan jasa layanan serta komersialisasi yang terus dikembangkan sampai saat ini adalah teknologi pembuatan nugget besi dan nikel sebagai bahan baku industri baja, dan pemanfaatan unit produksi microtek untuk mendukung kebutuhan produksi nasional PVC, dan pemanfaatan pupuk kiserit bagi perkebunan kelapa sawit, karet, kopi dan teh.

Keseluruhan komersialisasi litbang ini didorong untuk dapat meningkatkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) melalui Badan Layanan Umum . Salah satu pencapaiannya melalui kerja sama dengan mitra Badan Usaha melalaui kerja sama operasi (KSO) dan kerja sama manajemen (KSM).  (AMR)