Konfigurasi Kilang Baru Berbasis Crude oil Ex-KKKS Blended Fokus pada Keekonomian

Diposting : Selasa, 14 Februari 2012 06:58  


Kebutuhan BBM Indonesia secara keseluruhan dalam 5 tahun terakhir menunjukkan peningkatan, ditandai dengan kapasitas impor BBM yang cenderung terus naik. Hal ini disebabkan BBM merupakan jenis energi yang paling banyak digunakan karena pemakaiannya mudah, praktis, serta memiliki jaminan ketersediaan yang relatif baik.

Laju pertumbuhan pe

Stagnansi kapasitas kilang Indonesia existing antara lain disebabkan oleh tingginya biaya investasi, margin kilang berorientasi BBM yang rendah (faktor penetapan harga BBM oleh Pemerintah, tidak mengikuti harga pasar/Internasional) dan ketiadaan/sulitnya pasokan bahan baku/umpan crude oil dalam jumlah besar.

Kesulitan pengadaan bahan baku ini terutama karena pemenuhannya lewat jalan impor sehingga terkena imbas harga yang fluktuatif dan un-predictable. Sementara berdasarkan neraca crude oil Indonesia, terlihat masih ada jatah crude oil yang dialokasikan untuk diekspor.

makaian BBM Indonesia adalah sebesar 4,37% per-tahun di mana pemakaian BBM pada tahun 2006 adalah sebesar 883 MBSD. Dengan demikian diperkirakan pada tahun 2030 pemakaiannya akan menjadi 2.465 MBSD. Sementara kemampuan kilang minyak bumi (crude oil refinery) Indonesia dalam mensuplai kebutuhan BBM yang cenderung tetap. Selama lebih dari 10 tahun Indonesia tidak mengalami peningkatan kapasitas kilang.

Crude oil tersebut selama ini sebagian besar menjadi hak KKKS berdasarkan kontrak kerjasama yang ada.

Studi ini dilakukan dalam rangka memanfaatkan crude oil eks-KKKS blended untuk dijadikan umpan kilang baru di Indonesia, dengan fokus pada penentuan parameter ekonomi untuk masing-masing konfigurasi. Tujuan dari pelaksaan studi adalah, agar pembangunan kilang baru di Indonesia selain dapat mengatasi permasalahan defisit BBM di Indonesia, juga dapat mengatasi permasalahan impor crude oil .

Pada tahun 2010, studi difokuskan pada perancangan model keekonomian untuk kilang, kemudian rute-rute konfigurasi kilang yang telah dirancang sebelumnya disimulasikan untuk mendapat parameter keekonomiannya masing-masing. Dari parameter keekonomian ini, dapat ditentukan konfigurasi kilang terbaik.

Parameter simulasi ekonomi

Secara keseluruhan, konsep dan metodologi studi berupa pengumpulan data, kemudian dilakukan kajian dan analisis serta melakukan optimasi simulasi konfigurasi kilang minyak.

Hasil utama studi adalah model keekonomian yang dipakai untuk menganalisis konfigurasi-konfigurasi kilang baru yang telah diperoleh sebelumnya. Model keekonomian tersebut mencakup metode penentuan biaya investasi untuk tiap konfigurasi kilang, metode penentuan biaya operasi kilang, penentuan biaya untuk seluruh produk. serta parameter untuk simulasi ekonomi

Dari hasil simulasi keekonomian kilang, diperoleh parameter-parameter keekonomian utama, yaitu IRR, NPV dan POT. Hasil simulasi ekonomi untuk tiap-tiap konfigurasi dapat dilihat pada Tabel berikut :

Hasil simulasi ekonomi untuk tiap-tiap konfigurasi