Paleogeografi dan Potensi Hidrokarbon Cekungan Frontier Sula, Maluku Utara

Diposting : Jum'at, 10 Februari 2012 03:50  


Daerah penelitian meliputi Cekungan Sula yang terletak di utara Kepulauan Banggai-Sula, mempunyai bentuk relatif memanjang arah Barat-Timur yang secara geografis berada di antara bujur 123o45'-126o45' BT dan lintang 0o45' - 2o LS, dengan luas kurang lebih 12.580 km2. Daerah penelitian ini aktif secara tektonik akibat interaksi tiga lempeng besar, yaitu Lempeng Asia, Australia, dan Pasifik.

Kepulauan Banggai-Sula merupakan mikrokontinen yang berasal dari barat laut benua Australia yang terbentuk pada Paleozoikum yang kemudian terseret ke arah barat sampai pada posisinya pada saat ini sehingga disebut sebagai Allochthonous Paleozoic Microcontinent. Pergerakan mikrokontinen ini dikontrol oleh sesar geser mengiri yang dikenal sebagai sistem sesar sorong. Mikrokontinen Banggai-Sula dikenal sebagai Banggai-Sula Platform yang merupakan kompleks batuan yang terdiri atas batuan metamorfik berumur karbon, batuan plutonik dan volkanik Permo-Trias, yang ditumpangi secara tidak selaras oleh seri batuan sedimen passive margin yang berumur jura, kalsikutit kapur, dan karbonat platform tersier.

Studi paleogeografi bukan dimaksudkan untuk merekontruksi posisi geografis daerah penelitian yang pada pra-tersier terletak jauh di selatan menempel benua Australia, tetapi mempelajari lingkungan pengendapan purba pada umur ini. Daerah penelitian berada pada posisinya seperti saat ini pada umur neogen. Studi ini membuktikan bahwa sedimen pra-tersier di Cekungan Sula kaya kandungan fosil flora dan fauna yang memungkinkan untuk merekonstruksi lingkungan pengendapan purba (paleoenvironment). Ini adalah untuk pertama kalinya mengakses kandungan fosil-fosil tersebut sepanjang sedimen umur jura-kapur.

Terdapat 7 sekuen pengendapan, yang masing-masing sekuen umumnya terdiri dari transgressive dan highstand system tracts. Lowstand system tract hanya terjadi di awal pengendapan. Sekuen 1 (formasi Bobong), 2, 3 dan 4 (formasi Buya) berumur Jura, sedangkan sekuen 5, 6 dan 7 (formasi Buya) berumur kapur. Secara umum, lingkungan pengendapan menjadi lebih dalam dari selatan ke utara. Lingkungan pengendapan terdangkal adalah darat (non-marine), sedangkan yang terdalam adalah outer neritic (100-200 m). Meskipun demikian, diperlukan data tambahan untuk memastikan bahwa depocenter Cekungan pra-tersier Sula terletak di utara daerah penelitian

Peta Sebaran Prospek-Lead pada Top Formasi Bobong, Kep.Sula.

Batuan sumber (sourcerock) utama hidrokarbon adalah serpih formasi Buya dan Bobong yang berumur jura-kapur dan memiliki tipe kerogen III (gas prone). Batuan reservoir utama adalah batu pasir formasi Bobong berumur Jura dan batu gamping formasi Salodik berumur miosen. Meskipun demikian, batuan dasar granit yang telah mengalami perekahan dapat pula berfungsi sebagai reservoir. Kandidat batuan tudung (cap rock) adalah serpih formasi Tanamu dan formasi Salodik (Miosen). Mengingat mekanisme pemerangkapan hidrokarbon terkait dengan sistem sesar Sorong, maka pada dasarnya perangkap yang terbentuk dominan adalah perangkap struktural (seperti lipatan). Perangkap bersifat stratigrafi sangat mungkin terbentuk terutama pada batu gamping terumbu formasi Salodik yang berumur miosen. Pembentukan hidrokarbon dimulai pada 6.3 Ma (Miosen Akhir) yang dicirikan dengan adanya saturasi hidrokarbon walaupun masih relatif rendah (<10 %). Pada umur ini belum terjadi ekspulsi/migrasi karena saturasi masih rendah. Tetapi kemungkinan pada saat yang sama sudah terjadi ekspulsi/ migrasi hidrokarbon di tempat yang lebih dalam. Migrasi hidrokarbon dari batuan induk ke dalam batuan reservoir dapat terjadi melalui jalur patahan atau bidang-bidang perlapisan ke arah atas (interlayer updip).

Perhitungan sumber daya hipotetik terhadap 1 prospect dan 11 lead memperlihatkan jumlah total sumber daya gas (in Place) di daerah penelitian adalah sebesar 2,372.344 BCF. Besarnya sumber daya yang dapat terambil (recoverable resources) adalah 1,779.258 BCF gas.