Pemerintah Bali Dukung Pembangunan PLTS

Diposting : Senin, 19 September 2016 11:00  


Walaupun suasana libur kuningan tepatnya tanggal 16 September 2016, Gubernur Bali Made Mangkupuspito meletakkan batu pertama pembangunan percontohan Pembangkit Listrik tenaga Surya (PLTS) 158 kWp dengan sistem smart grid di areal Lapangan Tenis Kantor Gubernur Provinsi Bali. Proyek ini adalah kerja sama antar Puslitbang KEBTKE-Badan Litbang KESDM dengan pemerintah Provinsi Bali yang  ditandatangani pada tanggal 17 Desember 2015 oleh Gubernur Bali dengan Kepala P3TKEBTKE Ir. Kasbani, M.Sc.

 

Selain gubernur Bali, Sekretaris Daerah Provinsi Bali dan Sekretaris Badan Litbang ESDM Wawan Supriatna juga melakukan peletakan batu pertama yang disaksikan oleh Staf SKPD di lingkungan Provinsi Bali dan beberapa staf dari Puslitbang KEBTKE.

 

Sebelum dilakukan Peletakan batu pertama, Sekretaris Badan Litbang ESDM menyampaikan beberapa hal antara lain bahwa pembangunan percontohan PLTS dengan system smart grid tersebut bertujuan untuk mengimplementasikan penggunaan Energi bersih, baru dan terbarukan dalam rangka mendukung program Kawasan Nasional Energi Bersih di Provinsi Bali dimana Provinsi Bali ditetapkan sebagai Kawasan Nasional Energi Bersih sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Menteri ESDM No. 4421.K/20/MEM/2015. Mengingat waktu pelaksanaan pekerjaan ± 3 bulan, beliau mengharapkan agar Pemerintah Gubernur Bali membantu melakukan pengawasan secara ketat, agar pelaksanaan pekerjaan dapat selesai tepat waktu pada akhir Desember 2016.

 

Selain itu merupakan sarana Penelitian dan Pengembangan System Smart Grid yang terhubung dengan Jaringan PLN dan Sumber Listrik lainnya yang ada di Kantor Pemerintah Provinsi Bali yaitu Genset 2x215 KVA.

 

Pembangunan PLTS Smart Grid tersebut mengusung konsep otomatisasi baik disisi Supply maupun disisi pengguna, pada sisi supply terutama yang berkaitan dengan proses sinkronisasi kelistrikan system yaitu penetrasi PLTS dan Genset ketika Supply dari PLN off. Sedangkan pada sisi penggunaan, beban listrik secara otomatis mengatur kinerja beban dan konsumsi beban.

 

Berdasarkan hipotesa beberapa peneliti P3TKEBTKE, bahwa apabila Proyek Percontohan tersebut selesai, maka pada tahun 2017 Kantor Gubernur Provinsi Bali akan mendapatkan tambahan energi ± 20.928 kWh/bulan, dengan demikian dapat menghemat pembayaran energi listrik sebesar rata-rata Rp. 22.169.995 /bulan. (RI)