Penelitian Pengaruh Fraksi Kerosin dalam Minyak Solar Terhadap Karakteristiknya dan Kinerja Mesin

Diposting : Rabu, 15 Februari 2012 02:50  


Produksi minyak solar dalam negeri tahun 2008 sampai saat ini tidak dapat memenuhi kebutuhan konsumen dalam negeri. Untuk menutup kekurangan tersebut dipenuhi dengan minyak Solar sebesar 30 – 40 % kebutuhan. Dalam usaha meningkatkan jumlah produk minyak solar domestik dapat dilakukan dengan memasukan fraksi kerosin ke dalam fraksi minyak Solar, tanpa mempengaruhi sifat-sifat fisika dan kimia minyak solar.

Oleh karena itu, harus dilakukan penelitian pengaruh pencampuran fraksi kerosin ke dalam minyak solar untuk mengetahui sejauh mana perubahan sifat-sifat fisika dan kimia terhadap spesifikasi minyak Solar 48 yang berlaku saat ini. Selain itu, campuran kerosin dan minyak solar dengan perbandingan % volume tertentu akan diuji untuk melihat perubahan kinerja dan ketahanan pada mesin diesel statis.

Bangku Uji Motor Diesel Multisilinder

Metodologi penelitian dilaksanakan dengan melakukan survei/konsultasi mengenai bahan bakar Solar 48 dan minyak tanah di beberapa propinsi antara lain dengan Pertamina, Perguruan Tinggi, dan Pemda. Pengambilan percontoh minyak solar dan minyak tanah di beberapa Kilang/Depot/SPBU. Minyak solar dan minyak tanah diuji sifat fisika/kimianya sesuai dengan spesifikasinya. Kemudian dibuat campuran minyak tanah (0 s/d 40 % volume) ke dalam Minyak Solar 48. Evaluasi hasil uji fisika/kimia percontoh campuran kerosin dan minyak solar dilakukan dengan membandingkan hasil uji tersebut terhadap spesifikasi Minyak Solar 48 menurut SK Dirjend Migas No. 3675 K/24/DJM/2006 tertanggal 17 Maret 2006.

Pengujian kinerja/ketahanan bahan bakar campuran hanya dilakukan pada percontoh dengan titik nyala minimum 600oC, 550oC dan 520oC. Evaluasi kinerja terbatas/ketahanan dilakukan dengan membandingkan hasil uji kinerja/ketahanan minyak solar campuran bertitik nyala minimum 550oC dan 520oC. Dengan kinerja Minyak Solar 48 domestik produk Pertamina bertitik nyala 600oC. Pencampuran kerosin kedalam minyak solar 48 ternyata menyebabkan karakteristik fisika/kimianya yang berdampak pada penurunan kinerja.

Pada umumnya, kekhawatiran dari pencampuran kerosin dalam minyak solar disebabkan penurunan sifat lubrisitas dari minyak solar yang akan menyebabkan kerusakan pada komponen pompa injeksi terutama yang terbuat dari karet. Selain itu juga menyebabkan keausan pada lubang injektor yang berakibat kurang sempurnanya pengabutan yang berakhir pada meningkatnya konsumsi, biaya perawatan, dan menurunnya kinerja mesin.

Spesifikasi minyak solar 48 belum menetapkan batasan lubrisitas sehingga penambahan fraksi kerosin dalam minyak solar nantinya perlu menetapkan nilai tersebut, seperti pada spesifikasi minyak solar 51 dan bila perlu ditambahkan aditif yang dapat meningkatkan lubrisitasnya. Pencampuran kerosin ke dalam minyak solar dengan %volume tinggi perlu dicermati dengan teliti agar tidak berdampak negatif pada penggunaannya karena bahan bakar ini digunakan oleh moda transpotasi laut dan darat, baik untuk angkutan penumpang maupun barang. Dari 8 karakter yang diuji hanya angka setana dan titik nyala tidak memenuhi spesifikasi, sedangkan karakteristik lainnya masih dalam batas spesifikasi.

Skema Alat Uji Aliran untuk Injektor Mesin Diesel