Pengembangan Atlas Sidik Jari Minyak Bumi Kawasan Indonesia Barat (lanjutan)

Diposting : Rabu, 22 Februari 2012 05:11  


Sidik jari minyak bumi merupakan salah satu dari data pendukung untuk mendapatkan kesimpulan final dari permasalahan menjadi lebih mudah. Ketersediaan basis data yang lengkap, kredibel, dan mudah diakses sangat dibutuhkan untuk memperoleh hasil-hasil yang benar dan akurat dalam waktu yang relatif singkat. Basis data ini akan sangat bermanfaat bagi pemecahan permasalahan lingkungan, khususnya untuk kasus-kasus tumpahan minyak di perairan Indonesia di mana dengan melakukan analisis data tumpahan minyak lalu membandingkan dengan data pustaka yang sudah ada akan mempercepat dan mempermudah dalam pembuatan kesimpulan mengenai problem yang ada. Di samping permasalahan lingkungan, basis data juga mempunyai fleksibilitas yang besar untuk dikembangkan setiap saat guna memberikan akses kepada pemecahan permasalahan lainnya seperti produksi sumur, alokasi produksi pada sumuran dengan reservoir lebih dari satu lapisan, dan permasalahan-permasalahan lain yang muncul dari aktivitas migas.

Studi pengembangan basis data ini dimulai dengan pemetaan kegiatan industri minyak di setiap cekungan hidrokarbon di wilayah Indonesia barat (Sumatra, Kalimantan sebagian dari Jawa pada periode ini) kemudian mengumpulkan sampel minyak yang mewakili geografi dan reservoir dari setiap cekungan. Setelah analisis geokimia (GC dan GCMS-MS) selesai, segera dibuat akses masuk untuk menyelaraskan seluruh data ke dalam sistem basis data GIS (Gambar 56).

Sumuran dan Info Detil

Sebanyak 344 sampel minyak bumi telah dikumpulkan pada tahun 2010 dari cekungan-cekungan Kutai, Barito, Tarakan-Bunyu, Natuna Barat, Jawa Barat Utara lepas pantai, Jawa Barat Utara daratan dan Jawa Timur Utara.