Peringatan Hari Jadi Pertambangan Dan Energi Ke-71

Diposting : Selasa, 04 Oktober 2016 15:15  


Upacara Peringatan Hari Jadi Pertambangan dan Energi tanggal 28 September, yang  ke-71, hari ini Selasa (4/10), dilaksanakan di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).  Upacara dipimpin oleh Plt. Menteri ESDM, Luhut Binsar Pandjaitan, mengambil tema “Dengan Semangat Hari Jadi Pertambangan dan Energi Kita Tingkatkan Kerja Nyata Melalui Inovasi”.

Hari Jadi Pertambangan dan Energi tanggal 28 September ditetapkan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2008 tentang Hari Pertambangan dan Energi. Penetapan tersebut untuk menghormati jasa pahlawan nasional Arie Frederick Lasut dan teman-teman yang telah berjuang mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia di bidang pertambangan dan energi.

Peningkatan kerja nyata sektor ESDM melalui inovasi diangkat menjadi tema utama, mengingat inovasi menjadi andalan bagi kemajuan perekonomian bangsa. “Saya yakin, selama ini kita telah melakukan berbagai inovasi dan saya sangat mengapresiasi hal tersebut. Inovasi itu tidak boleh berhenti, perlu terus dikembangkan untuk mendorong perbaikan secara berkelanjutan," ungkap Plt. Menteri ESDM.

Berbagai proyek strategis nasional di sektor ESDM terus dipantau kemajuannya dan memberikan hasil nyata. “Proyek-proyek strategis nasional tersebut antara lain adalah pengelolaan Blok Masela, Transisi Pengelolaan Blok Mahakam, percepatan pengelolaan Blok East Natuna, Pengembangan Blok Indonesian Deep W ater Development (IDD), hilirisasi mineral dan konsolidasi pertambangan. Saat ini Pemerintah bersama-sama dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengupayakan perbaikan regulasi untuk meyakinkan investor agar terus berinvestasi di sektor ESDM. Perbaikan regulasi tersebut antara lain: penyempurnaan peraturan perundang-undangan di subsektor Minyak dan Gas Bumi dan Mineral dan Batu Bara. Revisi Peraturan Pemerintah 79/2010 tentang Biaya Operasi yang Dapat Dikembalikan dan Perlakuan Pajak Penghasilan di Bidang Usaha Hulu Migas juga dalam tahap finalisasi” papar Menteri Luhut. Selanjutnya, Menteri Luhut juga mendorong penyelesaian masalah-masalah sektor ESDM dilakukan dengan segera. “Jangan menunda penyelesaian masalah, dan jangan mempersulit proses pengambilan keputusan di Kementerian ESDM. Permudah investasi di sektor ESDM,” tegas Menteri Luhut.

Plt. Menteri ESDM juga menyatakan bahwa selama beberapa tahun belakangan ini, Kementerian ESDM telah melakukan pembenahan untuk perbaikan tata-kelola sektor ESDM. Hal ini ditunjukkan dengan semakin tertatanya penganggaran dari tahun ke tahun, sehingga dapat menjadi salah satu penggerak perekonomian nasional.

Mengakhiri sambutannya, Menteri Luhut mengingatkan kepada seluruh pejabat, staf, dan para pemangku kepentingan yang hadir, bahwa peringatan Hari Jadi Pertambangan dan Energi harus menjadi momentum untuk bersama-sama mengembangkan inovasi.  Hal ini penting untuk menggerakkan sektor ESDM ke arah yang lebih baik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Peringatan Hari Jadi Pertambangan dan Energi ini harus menjadi momentum untuk memperbaiki diri. Para pendahulu kita telah rela mengorbankan jiwa dan raganya untuk kemajuan sektor ESDM. Perjuangan mereka harus menjadi cermin agar kita dapat berbuat lebih baik lagi untuk kebanggaan sektor ESDM di masa yang akan datang.” tutup Menteri Luhut.

Peringatan Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke-71 ini diikuti oleh Pimpinan Komisi VII DPR RI, para Menteri ESDM terdahulu, seluruh Pejabat Eselon I KESDM, Kepala BPH Migas, Kepala SKK Migas, Direksi BUMN sektor ESDM, Ketua Asosiasi sektor ESDM. Hadir pula para Penerima SLKS (Satya Lencana Karya Satya), Penghargaan Dharma Karya, Penerima Penghargaan Energi, KESDM Innovation Award (KIA), dan Pemenang Lomba Karya Jurnalistik.