POTENSI ENERGI ARUS LAUT DI SELAT PANTAR, NTT

Diposting : Rabu, 22 Februari 2012 01:16  


Indonesia dengan total luas lautan hampir 8 juta km2 berusaha untuk meningkatkan inventarisasi sumber daya non hayati di mana salah satunya berupa potensi energi arus laut. Karena lingkungan tektoniknya yang spesifik, Indonesia memerlukan perhatian khusus dalam mengkaji kapasitas data kelautannya.

Penelitian dan pemetaan potensi energi arus laut merupakan salah satu upaya penting dalam mengekplorasi sumber energi non konvesional dari laut. Energi arus laut sebagai energi terbarukan adalah energi yang cukup potensial di wilayah pesisir terutama pulau-pulau kecil di kawasan timur Indonesia, seperti Provinsi Nusa Tenggara Timur yang umumnya berupa selat-selat sempit di antara dua gugusan pulau, serta penduduknya mayoritas hidup dari hasil laut yang memerlukan energi.

Penelitian bertujuan untuk memperoleh data batimetri, kecepatan dan arah arus, tinggi gelombang, pasang surut, kecepatan dan arah angin, serta kondisi geologi dan geofisika daerah penelitian.

Berdasarkan kondisi morfologi pesisir dan dasar laut daerah penelitian, penempatan turbin arus di sekitar pesisir timur Nuha Kepa dan Pulau Pura cukup memenuhi syarat karena morfologi relatif landai dengan kedalaman ±20 meter, jarak dari lokasi ke perumahan penduduk tidak terlalu jauh dan masih dilalui arus cukup kuat.

Pola arus pasang surut di perairan Selat Pantar terjadi dua arah aliran berbeda sebanyak dua kali dalam waktu 24 jam, yaitu pada saat surut pola aliran arus relatif ke arah selatan sedangkan pada saat pasang pola aliran relatif ke arah utara. Berikut adalah distribusi kecepatan arus di beberapa lokasi penelitian.

 
Distribusi Kecepatan Arus di Nuha Kepa  

 

 
Distribusi Kecepatan Arus di Pulau Pura  

Untuk mengetahui karakteristik perubahan besaran arus maka dibuat titik observasi pada model kemudian dibuat grafik hubungan antara waktu dan perubahan besaran arus. Berdasarkan distribusi harga kecepatan arus, ada 4 lokasi potensi yang paling representatif untuk pemasangan pembangkit listrik tenaga arus, yaitu di sekitar Selat Sikumbang (Nuha Kepa), sebelah selatan Pulau Pura, pesisir timur Pulau Pura dan selat sempit antara Pulau Pura dan Pulau Pantar.

 
Lokasi Potensi berdasarkan model hidrodinamika  

Berdasarkan distribusi data arah dan kecepatan angin selama pengamatan data angin, yang secara signifikan dapat membangkitkan gelombang dan mempengaruhi arus adalah angin yang berasal dari barat daya - barat.

Berdasarkan hasil konversi energi potensial arus laut menjadi energi listrik yang diterapkan pada dua macam prototipe turbin arus laut yang digunakan, daya yang dihasilkan berbeda-beda. Untuk Turbin Kobold, pada kecepatan arus minimum 1,5 m/detik dapat menghasilkan daya sebesar 34,6 kW. Untuk kecepatan arus di atas 3 m/detik menghasilkan daya lebih dari 280 kW.

Untuk Turbin Marine Current (dibuat oleh Team T-Files, ITB), pada kecepatan arus 1,5 m/detik turbin dapat menghasilkan daya sebesar ± 500 watt dan pada kecepatan arus 3 m/detik dapat menghasilkan daya sebesar ± 3839,4 watt atau 3,8 kW.

Estimasi kapasitas daya yang dihasilkan Turbin Kobold dalam sehari mencapai rata-rata 3200 kW pada kondisi pasang purnama. Estimasi kapasitas daya yang dihasilkan Turbin T-Files dalam sehari mencapai rata-rata 68 kW pada kondisi pasang purnama.