Rantai Nilai Litbang ESDM

Diposting : Senin, 28 November 2011 02:41  


 

Dalam rangka menunjang kebijakan pembangunan energi nasional yang berkelanjutan Kementerian ESDM menetapkan kebijakan kelitbangan berlandaskan pengembangan dan penerapan IPTEK strategis, untuk mewujudkan SDM, Sarana dan prasarana serta kelembagaan kelitbangan yang berkualitas dan kompetitif. Dasar pengembangan dan penerapan IPTEK Strategis antara lain: bekerja dengan menggunakan landasan teori, metodologi, analisis dengan kode etik profesi dan hukum. IPTEK Strategis menjadi daya dorong untuk mewujudkan tiga komponen utama yang merupakan pengelola pengetahuan dan inovasi kelitbangan ESDM, yaitu dimilikinya SDM, Sarana Prasarana, dan Kelembagaan yang berkualitas dan kompetitif.

 

Pengelolaan pengetahuan dan inovasi litbang ESDM terintegrasi dalam rantai nilai, yang diawali dari input yang mempengaruhi proses untuk sampai pada output yang diharapkan. Input yang sangat besar pengaruhnya antara lain dimiliki atau tidak dimilikinya data dan informasi potensi, kebijakan maupun isu nasional juga persoalan yang dimiliki oleh stakeholders.

 

Proses kelitbangan yang dilakukan oleh Kementerian ESDM terkait dengan pembangunan energi nasional meliputi pencarian sumberdaya dan cadangan migas, mineral dan batubara, dan sumber energi baru yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan tenaga listrik seperti CBM, batubara tercairkan (liquified coal), batubara tergaskan (gasified coal). Kelitbangan ESDM juga mengupayakan sumber-sumber energi terbarukan maupun tak terbarukan di laut.

 

Proses kelitbangan tersebut meliputi litbang terapan baik dalam skala laboratorium, skala pilot  maupun skala demo. Selain itu, dilakukan juga melalui proses kajian, survei dan pemetaan. Untuk itu dikembangkan kelembagaan yang tugas dan fungsinya yang mencakup masing-masing bidang yaitu minyak bumi, gas bumi (konvensional maupun non-konvensional), mineral, batubara, panas bumi, ketenagalistrikan, Energi Baru Terbarukan (EBT) dan konservasi energi (KE), serta geologi kelautan.

 

Proses kelitbangan akan menghasilkan keluaran sebagai masukan kebijakan Kementerian berkaitan dengan pengelolaan sektor ESDM. Di samping itu, proses kelitbangan juga diharapkan menghasilkan keluaran yang mampu memberikan solusi persoalan industri dan masyarakat sektor ESDM. Untuk keperluan kelembagaan litbang sendiri, semua input, data, informasi, pengetahuan dan segala sesuatu yang terbangun dalam rantai nilai litbang ESDM akan dikelola dalam suatu sistem pengelolaan pengetahuan dan inovasi yang keluarannya merupakan knowledge center Litbang ESDM.