Site Survei Geologi Dan Geofisika Kelautan Di Perairan Blok Masela, Perairan Tanimbar Dalam Kaitan Pemilihan Teknik Eksploitasi Migas (Floating Refinery atau Transportasi Pipa Bawah Laut)

Diposting : Rabu, 22 Februari 2012 02:37  


Blok Masela akan dikembangkan menjadi daerah produksi gas melalui Lapangan Abadi pada batuan Jurasik sebagai target leads mengandung hidrokarbon. Saat ini telah dilakukan beberapa persiapan untuk mendorong produksi, seperti Feasability Study untuk sistem pemipaan ke daerah penampungan di P. Yamdena, Kep. Tanimbar. Pengembangan Blok Masela, akan dilajutkan dengan pengembangan Blok West Masela dan Blok Babar. Untuk menyalurkan gas dari Blok Masela akan dilakukan beberapa alternatif, seperti jalur pipa ke arah pulau-pulau terdekat dan atau melalui sistem floating (mengapung). Beberapa pulau yang menjadi prioritas adalah selatan P. Babar yang berjarak 152 km dan barat daya P. Yamdena yang berjarak 146 km dari Blok Masela.

Tujuan penelitian adalah mendapatkan data struktur, seismik, dan morfologi dasar laut berdasarkan interpretasi data rekaman seismik multikanal, kemagnetan, dan kedalaman dasar laut guna mendukung pengembangan Blok Masela dalam kaitan dengan pemilihan teknik eksploitasi migas (Floating Refinery atau Transportasi Pipa Bawah Laut).

Metoda yang dipergunakan dalam studi ini adalah pemetaan batimetri (kedalaman laut) dan seismic multichannel. Lokasi (Perairan Blok Masela, Perairan Kep. Tanimbar) merupakan daerah yang akan segera memproduksi gas dari Lapangan Abadi. Secara geografi terletak di selatan P. Masela (Provinsi Maluku) pada koordinat antara 129o00’00” - 132o00’00” BT dan 08o00’00” - 10o00’00” LS.

Morfologi regional dibagi menjadi empat bagian, yaitu: morfologi bergelombang (hilly sub-surface morphology) berkembang di sekitar P. Masela hingga ke bagian sebelah utara Palung Timor. Morfologi bergelombang tersebut membentuk tinggian akibat proses tektonik yang mengangkat sebagai akrasi bagian utara dari Lempeng Banda oleh Lempeng Benua Australia. Kedalamannya berkisar antara 100 -250 meter di bawah permukaan laut.

Morfologi gunung api bawah laut (sub-marine volcanoes) terdapat di sekitar P. Dawean hingga ke bagian utara sampai ke bagian selatan Laut Banda. Umumnya belum muncul ke permukaan laut membentuk kerucut gunung api dan di bagian dinding samping berbentuk longsoran (slump). Kedalaman dari puncak vulkanik tersebut antara 273 – 1200 meter di bawah permukaan laut. Morfologi Palung (Trench Morphology) merupakan morfologi lembah sempit berarah barat – timur. Morfologi ini berkembang di selatan P. Masela dan P. Yamdena. Secara geologi, morfologi palung berkembang sebagai hasil proses tektonik yang diakibatkan oleh pergerakan Lempeng Benua Australia ke arah utara sehingga menumbuk Lempeng Benua Eurasia dan Lempeng Pasifik.

Pertemuan kedua lempeng tersebut menyebabkan terbentuknya morfologi palung. Kedalaman palung antara 1400 – 1600 meter di bawah permukaan laut. Morfologi paparan (Shelf Morphology) merupakan morfologi dengan permukaan yang hampir datar. Morfologi ini berkembang di sekitar Blok Masela, sekitar perbatasan ZEE antara Indonesia dan Australia. Secara geologi, morfologi paparan berkembang sebagai hasil proses sedimentasi yang diakibatkan proses transportasi sedimen dari arah benua ke dasar laut dalam jumlah yang besar. Pertemuan kedua lempeng tersebut menyebabkan terbentuknya sistem paparan yang luas, yang kemudian disebut Paparan Sahul atau Paparan Arafura. Kedalaman palung antara 500 – 1000 meter di bawah permukaan laut.

 
Peta distribusi kedalaman laut di sepanjang lintasan survei  

 

Pada Lintasan MGI-2010-MSLA-3 (searah rencana pipa) dengan arah N30oE dengan panjang lintasan adalah 105 km. Profil kedalaman dasar laut di sepanjang lintasan ini secara signifikan memperlihatkan elevasi menurun (negatif) kearah timur laut dengan kedalaman mulai dari 946–1.605 meter. Mendekati P. Yamdena, profil kedalaman laut tersebut mendangkal dengan kedalaman laut dari 1.605 menuju kedalaman 859 meter.

Pada lintasan ini profil dasar laut relatif berundulasi di bagian lereng dan membentuk cekungan ke arah timurlaut dengan kedalaman 1.100-1.605 meter. Profil kedalaman di bagian timurlaut tersebut membentuk palung di bawah P. Yamdena (Kep. Tanimbar). Lebih jauh ke timurlaut, profil memperlihatkan dasar laut yang semakin mendangkal hingga akhir lintasan.

Morfologi dasar laut pada jalur rencana pipa bawah laut hanya dipengaruhi oleh sistem tektonik Neogen yang masih berlangsung seperti yang ditunjukkan oleh proses anjakan yang mengangkat P. Yamdena. Demikian juga morfologi di antara Blok Masela ke arah P. Yamdena melalui Palung Tanimbar yang dipengaruhi oleh gerak mendatar Benua Australia ke arah utara yang mengakibatkan morfologi sedikit bergelombang. Secara umum, morfologi lembah di sekitar Palung Tanimbar mempunyai kemiringan hanya sekitar 1 – 8%, sehingga tidak terlalu berpengaruh terhadap kestabilan pipa.