Studi Pencegahan dan Penanganan Penyumbatan Minyak Berat Berdasarkan Analisis Laboratorium

Diposting : Selasa, 14 Februari 2012 06:27  


Hasil survei terdahulu, yaitu “Kajian Rancangan Pengembangan Laboratorium Produksi” menunjukkan bahwa kandungan parafin yang sangat tinggi merupakan problem yang sering dijumpai pada kegiatan produksi migas di Indonesia. Berdasar evaluasi penyebab utama terjadinya pengendapan parafin/aspal adalah pendinginan dan presipitasi dari hidrokarbon yang mempunyai berat

molekul tinggi selama dalam perjalanannya dari reservoir ke permukaan dan dari kepala sumur ke stasiun pengumpul kemudian ke unit pengolahan atau titik jual. Oleh karena itu, untuk menjamin pengalirannya (flow assurance) perlu dikaji pengendalian pengendapannya dengan cara mengetahui parameter-parameter yang diperlukan untuk menjaga agar tidak terjadi pengendapan atau pengkristalan komponen minyak berat yang terkandung dalam minyak tersebut.

Kajian dilakukan untuk meneliti kemungkinan terjadinya penyumbatan dan teknik pencegahan dan penanganan blocking di lapangan minyak yang ada di kawasan Indonesia; merancang metode analisis laboratorium untuk digunakan sebagai acuan penanganan minyak parafinik berdasarkan jaminan pengaliran (flow assurance); dan mengoptimalkan produksi lapangan minyak, sehingga secara tidak langsung akan meningkatkan produksi migas di Indonesia.

Metodologi kajian adalah inventarisasi data dan pengambilan percontoh pada lapangan-lapangan migas di Sumatra dan Kalimantan, kaji ulang metode pengujian yang sudah ada, penyusunan metode penanganan minyak HPPO berdasar analisis laboratorium, dan evaluasi hasil laboratorium dengan metode yang tersedia terutama untuk mengkaji aditif PPD. Metode yang dipilih untuk melakukan pengujian minyak HPPO adalah metode tube blocking dan restart pressure. Metode tersebut dipilih karena dapat mensimulasikan keadaan pengaliran di lapangan sehingga dapat ditentukan jaminan pengaliran bagi minyak HPPO. Kedua metode tersebut kemudian diterapkan pada percontoh dari lapangan Zamrud yang mewakili lapangan di Pulau Sumatera dan lapangan Tanjung yang mewakili Pulau Kalimantan.

Dari hasil penelitian secara menyeluruh, metode penanganan HPPO dapat dilakukan dengan cara memproduksi, yaitu menjaga agar minyak selalu berada di atas CP/PP dan untuk perancangan diperlukan peran piranti lunak yang lebih dominan. Selain itu, dapat juga dilakukan pengubahan PP dengan cara menambahkan bahan kimia pengubah kristal (PPD).

Dari hasil uji PPD di Sumatera ternyata seluruh PPD yang dicobakan tidak efektif untuk percontoh HPPO. Flow assurance akan diperoleh apabila suhu dapat dijaga di sekitar suhu maksimum di lapangan (33oC). Akan tetapi, bila pompa mati sampai suhu minimum di lapangan, diperlukan tekanan pompa yang sangat besar sekali yang tidak dapat ditahan oleh pipa yang umum dipakai di lapangan minyak. Selain itu, tidak mungkin memproduksi dengan cara penambahan PPD sehingga diusulkan untuk memproduksi dengan pemanas/insulator menggunakan prinsip thermodinamika untuk menjaga agar suhu minyak < suhu CP/PP.

Dari hasil uji PPD di Kalimantan, hanya 1 PPD, yaitu PPD D yang terbukti dapat menurunkan Pour Point sampai 5,4oC. Flow assurance akan diperoleh apabila suhu dapat dijaga di sekitar suhu maksimum di lapangan (34oC) dan dibantu dengan pemberian PPD D. Uji ulang untuk percontoh dari Kalimantan menunjukkan bahwa diperlukan tekanan yang sangat besar untuk memulai aliran setelah sumur mati pada kondisi suhu minimum di lapangan dan diusulkan untuk menggunakan kombinasi PPD dan menjaga suhu di atas 34oC.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak semua PPD cocok untuk setiap minyak mentah karena pada pengujian PPD memperlihatkan bahwa diperlukan pengujian PPD yang intensif untuk menentukan PPD yang sesuai dengan kondisi lapangan. Selain itu, diperlukan tambahan peralatan untuk melengkapi laboratorium produksi agar dapat menangani problem HPPO, meliputi gas Chromatography, peralatan untuk menguji CP, PP, dan Finger Test, serta peralatan untuk menguji tube blocking dan restart pressure

Hasil Pengujian Tube Blocking dan restart pressure percontoh dari P. Sumatra
Hasil Pengujian Tube Blocking dan restart pressure percontoh dari P. Kalimatan.