TEKNOLOGI BOILER MINI HEMAT ENERGI

Diposting : Selasa, 21 Februari 2012 07:44  


Kebutuhan energi di Indonesia dari waktu ke waktu meningkat tajam sebesar 7 % pertahun yang dipenuhi dari energi fosil. Di sisi lain penyediaan energi ini semakin mahal dan terbatas. Untuk itu perlu dipikirkan sumber energi alternatif. Salah satu sumber energi alternatif yang bisa dimanfaatkan adalah biomassa sisa hasil pertanian dan perkebunan. Hal ini mengingat jumlah produksi pertanian/perkebunan yang cukup besar di Indonesia.

Tujuan penelitian adalah meningkatnya kemampuan dan efisiensi boiler skala laboratorium yang sudah ada dengan memodifikasi sistem pembakaran, membuat alat pengering dan penelitian insulasi boiler serta dipersiapkannya kelayakan boiler skala pilot project untuk kegiatan berikutnya dengan melakukan feasibility study. Metodologi yang diterapkan dalam pelaksanaan penelitian adalah pengumpulan data primer. dan sekunder serta analisis data.

Boiler yang diuji kinerjanya adalah boiler skala laboratorium yang telah ditingkatkan kapasitasnya menjadi 10 kW. Uji kinerja dilakukan sebanyak 16 kali.

 
Boiler skala laboratorium yang diuji kinerjanya  

 

 
Hasil pengukuran daya maksimal yang dihasilkan dari boiler mini  

 

Dari keseluruhan pengujian, diperoleh bahwa daya listrik maksimal yang dibangkitkan adalah sebesar 4,62 kW. Daya tersebut masih kurang optimal. Hal ini disebabkan oleh sistem pembakaran tidak menunjukkan kinerja yang diharapkan dan isolasi pada boiler kurang baik.

Sistem pembakaran yang kurang optimal menyebabkan panas yang dihasilkan pada proses pembakaran tidak maksimal dan panas yang dipindahkan ke air dan uap juga tidak maksimal. Isolasi yang kurang baik menyebabkan banyaknya panas yang terbuang ke lingkungan. Kedua masalah ini mengakibatkan jumlah uap yang diproduksi oleh boiler kurang untuk memutar turbin dengan daya yang diinginkan. Dengan demikian peningkatan daya listrik yang dihasilkan akan dilakukan dengan memperbaiki sistem pembakaran dan isolasi. Optimalisasi dengan memodifikasi sistem pembakaran dan insulasi, tetapi karena jumlah anggaran tidak mencukupi, maka modifikasi tersebut tidak dapat dilakukan.

Berdasarkan data produksi tahunan komoditas perkebunan di beberapa daerah diketahui bahwa komoditas kelapa dalam merupakan komoditas dengan luas areal dan jumlah produksi paling besar. Biomassa sisa hasil pertanian/perkebunan yang paling mungkin dapat dimanfaatkan menjadi bahan bakar boiler berasal dari komoditas kelapa dalam.

Berdasarkan data komoditas perkebunan, pemanfaatan biomassa sisa hasil pertanian/perkebunan dan kesediaan pemerintah daerah, sementara ini provinsi Banten merupakan daerah yang cocok untuk lokasi boiler skala pilot.