Workshop on Clean Coal Tehnology

Diposting : Kamis, 15 September 2016 09:10  


Badan Litbang ESDM menyelenggarakan Workshop on Clean Coal Tehnology pada tanggal 24 Agustus 2015 di Pusat Litbang Geologi Kelautan, Cirebon. Workshop ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari pertemuan the 9th AFOC Council Meeting yang dilaksanakan pada tanggal 14 Juni 2015 di Ha Long City, Vietnam, dimana pada tahun 2016 Indonesia cq Badan Litbang ESDM mendapat tugas tersebut. Kegiatan ini juga telah dipresentasikan pada the 14th AFOC Council Meeting pada tanggal 14 Mei 2016 di Pnom Penh, Cambodia.

 

Workshop ini dihadiri oleh para peserta yang berasal dari negara-negara ASEAN seperti Kamboja, Laos, Malaysia, Filipina dan Thailand. Para peserta dari Indonesia yang hadir berasal dari pemerintahan, swasta dan akademisi yang tertarik untuk mengembangkan teknologi batubara bersih. Melalui pelaksanaan workshop ini diharapkan akan diperoleh masukan-masukan yang pada akhirnya dapat membantu percepatan implementasi teknologi batubara bersih di Indonesia khususnya dan ASEAN umumnya.

 

Batubara hingga kini masih dianggap sebagai energi yang kotor, karena memang menghasilkan polusi dan emisi yang lebih tinggi dibandingkan dengan bahan bakar minyak (BBM) dan gas. Oleh karena itu teknologi batubara bersih harus dikembangkan sejalan dengan semakin tingginya kesadaran masyarakat akan lingkungan dan kesehatan.

 

Penerapan teknologi batubara bersih selama beberapa generasi telah menghasilkan pembakaran yang lebih efisien dan mengurangi emisi sulfur dioksida (SOx), nitrogen oksida (NOx) dan partikulat, dengan penggunaan flue gas desulfurization (FGD), low NOx burner dan filter bag. Teknologi batubara bersih dengan konsep baru lebih fokus kepada pengurangan gas CO2, karena gas ini berkontribusi terhadap terjadinya pemanasan global. Untuk mengurangi emisi gas tersebut dapat dilakukan melalui teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon (carbon capture and storage/CCS).

 

Beberapa teknologi batubara bersih untuk mengurangi polusi dan emisi dimaksud telah banyak diterapkan dan dikembangkan di berbagai negara di dunia, terutama di negara-negara maju. Tiongkok, Jepang dan Korea yang merupakan negara-negara mitra AFOC (AFOC plus 3) telah cukup maju dalam menerapkan hal tersebut.

 

Teknologi batubara bersih yang saat ini telah banyak diterapkan umumnya pada pembangkit listrik, yaitu dengan menggunakan boiler super/ultra super critical sehingga efisiensi pembakaran batubara jauh lebih tinggi. Dengan efisiensi pembakaran yang tinggi, tentunya emisi gas CO2 menjadi berkurang. Selain itu, teknologi upgrading, gasifikasi, liquifaksi (pencairan) juga telah banyak diterapkan di negara-negara plus 3 tersebut di atas.

 

Keesokan harinya pada tanggal 25 Agustus 2016 dilaksanakan kunjungan lapangan ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cirebon dengan kapasitas pembangkit 660 MW yang beroperasi sejak tahun 2012. Kemudian kunjungan dilanjutkan ke Sentra Teknologi Pemanfaatan Batubara di Palimanan yang dimiliki oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. (TP)