Penelitian Kerentanan Lingkungan Geologi Dan Potensi ESDM Pulau Senoa, Kep. Natuna, Prov. Kepulauan Riau (Salah Satu Pulau Terdepan NKRI) PDF Print E-mail

Pulau Senoa sangat berpotensi untuk dikembangkan terutama untuk wisata dengan lingkungan yang masih baik yang dicirikan dengan tumbuh baiknya terumbu karang. Di bidang ESDM pun Pulau Senoa memiliki potensi yang tinggi bahkan di sana telah dibangun 2 buah pembangkit listrik yaitu dari energi angin dan energi surya.

Tujuan penelitian adalah menghimpun data dan informasi geologi kelautan sebagai upaya pengelolaan kawasan pulau terdepan NKRI, dengan sasaran teridentifikasinya kondisi eksisting lingkungan geologi, ragam bahaya geologi, dan terpetakannya potensi sumberdaya geologi kelautan.

Kawasan Pulau Senoa terletak pada 03° 59’ 00” - 04° 01’ 00” LU dan 108° 24’ 00” - 108° 26’ 00” BT dan secara administratif kawasan tersebut termasuk ke dalam wilayah Provinsi Kepulauan Riau.

Karakteristik pantai di sekitar perairan pulau Senoa dibuat berdasarkan klasifikasi Dolan dkk (1972) yang didasarkan kepada bentuk relief, kondisi geologi, dan jenis karakteristik garis pantainya. Karakteristik pantai di sekitar kawasan Pulau Senoa dapat dibagi menjadi 3 bagian. Bagian pertama merupakan pantai relief rendah, geologinya merupakan endapan alluvium yang terdiri dari pasir koral berwarna putih kekuningan. Karakteristik garis pantainya terdiri dari pasir, tumbuhan pantai dan kelapa dengan energi dominan bersal dari laut. Karakteristik pantai kedua dicirikan oleh relief sedang, kondisi geologinya terdiri dari batuan sedimen dan malihan. Karakteristik garis pantainya terdiri dari singkapan batuan. Karakteristik pantai yang ketiga dicirikan oleh relief terjal dengan kondisi geologinya terdiri dari batuan sedimen dan malihan dan karakteristik garis pantainya merupakan singkapan batuan dengan energi dominan berasal dari laut.

Berdasarkan pemboran tangan di 11 titik dengan kedalaman rata-rata 4 m maka secara umum litologi di kawasan Pulau Senoa adalah dari kedalaman 0 – 0.5 m terdiri dari tanah tanah penutup, sedangkan dari 0.5 - ± 4 m terdiri dari pasir berwarna putih kekuningan, berukuran halus sampai kasar dan merupakan hasil rombakan terumbu karang. Pulau Senoa memiliki 2 buah sumur, yaitu sebelah barat berisi air tawar dan sebelah timur berisi air payau. Tipe pasang surut di perairan Senoa adalah campuran condong ke harian tunggal. erdasarkan hasil rekaman batimetri analog dengan lintasan pengukuran berarah tegak lurus garis pantai terlihat bahwa penampang morfologi dasar laut di daerah penelitian mempunyai perbedaan kedalaman di sebelah timur dan barat pulau Senoa.

Dari 20 titik pengambilan sampel sedimen maka secara umum sedimen permukaan dasar laut di sekitar perairan P.Senoa terdiri dari pasir, lempung pasiran dan terumbu karang.

Hasil rekaman seismik pantul lintasan 28 di perairan P.Senoa.

 

Tipe pasang surut di perairan Senoa adalah campuran condong ke harian tunggal. Sedangkan arus maksimum yang terjadi berkisar antara 0,407 – 0,852 m/dtk dengan arah dominan ke utara dan makin dalam perairan makin besar arus maksimum yang terjadi.

Berdasarkan hasil rekaman batimetri analog dengan lintasan pengukuran berarah tegak lurus garis pantai terlihat bahwa penampang morfologi dasar laut di daerah penelitian mempunyai perbedaan kedalaman di sebelah timur dan barat pulau Senoa. Pada beberapa bagian banyak terdapat tonjolan-tonjolan yang berdasarkan hasil Side Scan Sonar merupakan bentuk terumbu karang (coral reef).

Hasil penafsiran pendugaan GPR di P. Senoa dan hasil pemboran tangan memperlihatkan 3 satuan litologi, lapisan tanah pertama terdiri dari tanah penutup berupa campuran lempung dan pasir, lapisan kedua terdiri dari pasir bersifat urai dimana di bagian bawahnya terdapat kenampakan muka air tanah, dan lapisan paling bawah ditempati oleh lempung hasil pelapukan batuan vulkanik.

Berdasarkan hasil rekaman seismik yang di dapat, menunjukkan lapisan atas kemungkinan merupakan sedimen lepas yang terdiri dari pasir dan lempung. Sedangkan lapisan bawahnya memiliki morfologi yang berundulasi yang kemungkinan merupakan batuan beku.

Hasil insitu menunjukkan bahwa Perairan Senoa memiliki nilai kecerahan alami yang tinggi karena hampir semua lokasi memiliki kecerahan dengan nilai yang hampir mencapai kedalaman yg terukur (depth). Sedangkan nilai pH dibawah batas (hanya sebagian kecil titik tertentu memiliki pH asam) dengan suhu air yang panas yaitu berkisar antara 26.9 oC – 38 oC dan nilai konduktivitas di atas standar serta nilai salinitas yang masih dalam batas alami.

Hasil analisis laboratorium menunjukkan unsur-unsur kimia yang berada di atas standar baku adalah : BOD, Mg, Ammonium (air laut), Pb (air laut), Zn, dan yang berada di bawah standar baku adalah : Ammonium (air darat), Pb (air darat), Hg, As, Fosfat, Cu, Kromium total, Cd. Sedangkan untuk sulfida dan COD menunjukkan nilai yang bervariasi.