Zeolit dan Bentonit PDF Print E-mail

Unit pengolahan zeolit dan bentonit skala pilot yang berlokasi Pada Sentra Pengolahan Bahan Galian Terpadu, Puslitbangtek Mineral dan Batubara di Citatah, Kab. Bandung Barat sedang dalam tahap pembangunan yang direncanakan secara bertahap tahun 2009 sampai 2012. Uji coba pengolahan zeolit dan bentonit pada skala laboratorium, pembuatan pondasi peralatan, dan modifikasi alat yang telah tersedia yaitu melapisi reaktor bentonit dengan plat timah hitam telah dilakukan tahun 2009.

Sasaran dari kegiatan ujicoba skala laboratorium adalah diperolehnya kondisi proses aktivasi zeolit dan bentonit sampai mencapai mutu produk berupa zeolit aktif yang memiliki Kapasitas Tukar Kation (KTK) sebesar 120 meq/100 gram (minimum) dan bentonit aktif yang memiliki nilai daya pemucat warna sawit mentah sebesar 75% (minimum). Jenis proses pengolahan yang dipilih untuk didirikan adalah aktifasi secara kimia dengan kapasitas masing-masing 100 kg/batch untuk zeolit dan 300 kg/batch untuk bentonit.

Produk aktivasi zeolit berupa zeolit aktif dapat digunakan sebagai bahan penukar ion logam-logam yang terdapat pada air minum dan air limbah sedangkan pada aktivasi bentonit menghasilkan bentonit aktif yang dapat digunakan sebagai bahan penjernih warna minyak sawit mentah. Untuk meningkatkan mutu dari zeolit dan bentonit tersebut, dilakukan aktivasi skala laboratorium. Pada aktivasi zeolit dengan soda kostik, KTK meningkat dari 79,26 meq/100 g menjadi 139,14 meq/100 g (zeolit asal Sindangkerta) dan untuk zeolit asal Lampung dari 72,24 meq/100 g menjadi 85,63 meq/100g. Pada uji coba aktivasi dengan asam sulfat, KTK meningkat dari 79,26 menjadi 147,35 meq/100 g (zeolit asal Sindangkerta) dan dari 72,24 menjadi 80,37 meq/100g (zeolit Lampung).

Hasil uji daya pertukaran ion terhadap logam-logam berat Cu, Cd, Pb, Zn, Cr, Ni dan Co menunjukkan bahwa hasil aktivasi menggunakan soda kostik lebih baik bila dibandingkan dengan aktivasi menggunakan asam sulfat. Pada bentonit, setelah diaktifasi, ternyata nilai daya pemucatnya meningkat dari semula 40,2 - 43,8 menjadi 70,3 - 79,0 %. Sebagai bahan pembanding, daya pemucat bentonit impor merk "Tonsil" yang diuji secara sama sebesar 82,40%. Selain itu, kondisi aktivasi yang optimal terjadi pada konsentrasi asam 3 N, waktu aktivasi 3 jam dan persen padatan 20 %.